• Prodi Sosiologi
  • 02. 11. 2019
  • 0
  • 787

Meulaboh, Prodi Soiologi Fakultas ilmu sosial dan ilmu politik universitas Teuku Umar melaksanakan hajatan yang sudah direncanakan setahun yang lalu, yakni kegiatan seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan dan Pesisir. Kegiatan tersebut diselenggarakan di aula Bappeda Aceh Barat pada tanggal 28 Oktober 2019.

Tidak tanggung-tanggung, para punggawa sosiologi menghadirkan pakar pemberdayaan dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr. Vina Salviana DS, M.Si. dan praktisi pemberdayaan masyarakat pesisir Syardani M. Syarief. Para punggawa Sosiologi Universitas Teuku Umar telah lakukan setting komposisi dimana kedua narasumber akan membedah pemberdayaan masyarakat desa dan pesisir sebagaimana core product universitas yaitu agro and marine industry.

Dr. Vina Salviana yang akrab dipanggil Bu Vina oleh punggawa Sosiologi ini membeberkan sejumlah pemberdayaan pada masyarakat pedesaan seperti pembuatan minyak atsiri dari bahan bungoeng seulanga (bunga kenanga) dimana bunga ini biasanya hanya digunakan untuk ziarah dan hiasan pengantin perempuan saja. Dengan adanya pemberdayaan yang dilakukan oleh para sosiolog maka masyarakat bisa menambahkan nilai lebih pada seulanga ini yakni menjadi minyak Atsiri.

Sementara itu Syardani M. Syarief yang akrab dipanggil teungku Jamaica ini memberikan gambaran-gambaran tentang pemberdayaan masyarakat pesisir khususnya budidaya oyster. Semestinya masyarakat Aceh khususnya dan Indonesia pada umumnya tidak perlu khawatir dengan kehidupan sehari-hari karena sesungguhnya alam lingkungan kita menyediakan apa yang kita butuhkan.

Bu Vina menegaskan “sociology is the best knowledge, karena sosiologi mampu melakukan penyadaran masyarakat sehingga masyarakat mau melakukan apa yang kita inginkan, tentu bukan hanya masyarakat tetapi juga para pejabat yang masih menutup mata dengan eksistensi Sosiologi. Percayalah, sosiologi memiliki kapasitas dan kredibilitas dalam membangun masyarakat. Masyarakat tidak melulu menggunakan teknologi dalam kehidupannya sehari-hari”.

Sementara itu praktisi pemberdayaan kita yang juga tokoh pemberdayaan di Aceh mengatakan, “Semua orang boleh menguasai teknologi dan pengetahuan yang maju dalam pemberdayaan tiram ini. Namun sosiologi-lah yang mampu menggerakkan dan mengubah pola-pola kehidupan masyarakat termasuk mau tidaknya masyarakat melakukan budidaya tiram ini. Seharusnya semua pihak yang ambil kebijakan melibatkan sosiologi dalam pengambilan keputusannya”.

Sementara itu secara terpisah Dekan Fakultas ilmu sosial dan Ilmu Politik Basri, MH mengatakan "Kegiatan ini kita harapkan menjadi sebuah titik untuk terus menggali serta mengembangkan potensi sumber daya alam mengingat situasi masyarakat Aceh dan Indonesia berada pada wilayah pedesaan dan pesisir.”

Sedangkan ketua prodi Sosiologi Nurkhalis, menyatakan "Kegiatan hari ini berkaitan dengan mata kuliah pemberdayaan masyarakat pedesaan/pesisir yang menjadi keharusan bagi prodi sosiologi untuk mendukung core product Universitas Teuku Umar yakni agro and marine industry. Kita mendukung visi misi UTU yang agro dan marine industry sebagaimana konsep yang telah disampaikan pimpinan.”

Pemberdayaan masyarakat kini digalakkan oleh pemerintah baik di pusat maupun daerah, sehingga kata pemberdayaan bukan hal yang asing lagi bagi masyarakat. Namun sampai saat ini juga masih banyak masyarakat belum tergerak untuk melakukan program pemberdayaan, karena masyarakat masih merasa dirinya sebagai obyek dari kegiatan pihak-pihak tertentu saja. Untuk itu pelibatan sosiolog di Fisip UTU penting untuk dipertimbangkan.(try)

 

Download materi: KLIK DISINI

Lainnya :