Prodi Sosiologi UTU Gelar Peninjauan Kurikulum
  • Prodi Sosiologi
  • 19. 08. 2021
  • 0
  • 2754

Meulaboh, Prodi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Teuku Umar kembali menggelar kegiatan dalam rangkaian meningkatkan kapasitasnya. Setelah sukses menyelenggarakan Semiloka Kemiskinan di Aceh Dalam Perspektif Sosiologi pada hari pertama bulan lalu, kini kegiatan difokuskan pada peninjauan kurikulum. Seperti yang sudah diketahui bahwa kementerian pendidikan, kebudayaan dan pendidikan tinggi telah memberlakukan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Hal ini kemudian ditindaklanjuti pimpinan Universitas Teuku Umar sehingga semua prodi telah melaksanakan kurikulum ini.

Dalam rangka mendalami dan mendapatkan kualitas kurikulum yang berbobot pada prodi sosiologi, maka pada hari ini tanggal 19 Agustus 2021 dilaksanakan peninjauan kurikulum sekaligus menyesuaikan dengan asosiasi program studi sosiologi Indonesia (APSSI). Untuk mencapai tujuan itu, prodi sosiologi Universitas Teuku Umar menghadirkan pakar kurikulum sosiologi dari APSSI, Dr. Tyas Retno Wulan, M.Si.  “Kurikulum sosiologi Universitas Teuku Umar sudah baik, dan perlu ditambahkan CPL agar lebih baik lagi”, demikian Tyas Retno Wulan memberikan penekanan.

Kegiatan peninjauan kurikulum prodi Sosiologi ini dilaksanakan melalui daring dan luring. Secara daring menggunakan aplikasi zoom dimana narasumber dari APSSI dan juga beberapa dosen sosiologi yang sedang berada di luar kampus, sedangkan secara luring dilakukan oleh beberapa dosen yang berada dalam kampus dengan tetap melaksanakan prokes. Kegiatan ini selain menghadirkan pakar kurikulum dari APSSI, prodi Sosiologi juga menghadirkan stakeholder dari PT. MIFA Bersaudara, SOS Children's Village Meulaboh, Dinas Sosial Aceh Barat dan DPMG Aceh Barat.

Dalam pembukaan, Dekan Fisip Basri, SH., MH mengatakan bahwa peninjauan kurikulum ini merupakan rangkaian kegiatan prodi Sosiologi menghadapi akreditasi di tahun depan. “Peninjauan Kurikulum ini bisa menjadi bahan penysunan instrumen akreditasi tahun depan”, ujarnya. Sementara itu Kaprodi Sosiologi Nurkhalis, M.Sosio juga menyampaikan bahwa selain untuk meninjau kurikulum sendiri juga untuk menggali teknis pelaksanaan kurikulum MBKM di prodi Sosiologi yang sudah maju. “Prodi Sosiologi di kampus yang sudah mapan dan digambarkan oleh Bu Tyas tadi sudah melaksanakan MBKM dengan baik. Kalau kita perhatikan kunci utama adalah keberanian pengelola dalam melakukan konversi nilai pada mata kuliah yang ada dengan bentuk pembelajaran MBKM”, jelas Nurkhalis.

Kesimpulan paling berharga yang dapat dipetik adalah, bahwa MBKM merupakan bentuk pembelajaran yang harus dilakukan, sedangkan kontennya adalah mata kuliah yang ada dalam prodi itu sendiri. (3&2)

Lainnya :