PPID UTU Sampaikan Inovasi dan Kolaborasi Keterbukaan Informasi Publik 2021 kepada KIP
  • UTU News
  • 14. 10. 2021
  • 0
  • 907

MEULABOH - UTU | Universitas Teuku Umar (UTU) menunjukkan komitmentnya terhadap keterbukaan informasi publik, hal ini dibuktikan dengan keikutsertaan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) UTU dalam monitoring dan evaluasi tentang penyelenggaraan keterbukaan informasi yang dilaksanakan oleh Komisi Informasi Pusat (KIP).

Sesi presentasi Universitas Teuku Umar bersamaan dengan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Universitas Sembilan belas November Kolaka, Universitas Maritim Raja Ali (UMRAH), dan Universitas Pendidikan Indonesia, pada sesi IV yang dimulai 15.10 WIB dan berakhir 16.42 WIB.

Tiga dewan juri menyampaikan sejumlah pertanyaan yakni Komisioner KI M Syahyan dan Cecep Suryadi, dan juri dari eksternal yaitu Yohan Wahyu, Peneliti Kajian Politik Harian Kompas.

Kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh Komisi Informasi Pusat ini rutin dilakukan setiap tahun dalam rangka mengetahui tingkatan kepatuhan Badan Publik dalam melaksanakan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Koordinator Pusat PPID Universitas Teuku Umar, Aduwina Pakeh, S.Sos., M.Sc mempresentasikan inovasi dan kolaborasi dalam bentuk video terkait keterbukaan informasi publik yang telah dilakukan UTU kepada KIP, Rabu (13/10/2021) secara daring melalui zoom meetings.

Presentasi ini merupakan pendalaman dan penjelasan video yang telah dikirimkan dalam rangka monitoring dan evaluasi keterbukaan informasi badan publik 2021.

“Sebagai kampus yang memiliki visi sebagai sumber Inspirasi dan Referensi, maka sudah barang tentu inovasi yang menghasilkan referensi (informasi) mutlak diperlukan,” ujarnya.

Lebih lanjut, UTU sangat berkomitmen terhadap keterbukaan informasi publik. "Di UTU, Rektor sendiri memimpin proses  reformasi layanan informasi publik, bersama PPID yang ditunjuk, selalu mengevaluasi kemajuan dan mencari solusi terhadap permasalahan yang dihadapi."

Untuk mencapai layanan informasi kepada masyarakat, selain penguatan internal lewat integrasi pengelola website universitas dan fakultas, juga sejumlah kolaborasi dengan masyarakat dilakukan oleh UTU.

Dua inovasi kolaborasi mendapat sambutan positif dari komisioner dan dewan penilai, yaitu kolaborasi pengedaran 10.000 eks majalah UTU.News setiap bulannya yang disisipkan ke Koran harian Serambi Indonesia. Selain itu, UTU berkolaborasi dengan RRI Pro 2 Meulaboh dalam program "UTU Menyapa" yang disiarkan setiap hari selasa.

"Tidak semua masyarakat terkoneksi internet, maka kami menyebarkan informasi tentang UTU lewat majalah UTU.News berkolaborasi dengan Harian Serambi Indonesia dan program "UTU Menyapa" berkolaborasi dengan RRI. Kedua bentuk kolaborasi ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat, bahkan kita bisa interaktif lewat radio." Ujar Aduwina 

Pada presentasi yang dilakukan dihadapan ketiga penilai, dijelaskan bahwa salah satu dampak nyata dari keterbukaan yang telah dilakukan UTU adalah berbagai capaian prositif. Saat ini persentase mahasiswa dari luar Aceh (Jawa, kalimantan dan sumatera) mencapai 22 % dan trennya meningkat dari tahun ke tahun. Kemudian termasuk pelaporan LHKPN 100%.

"Bahkan pada penerimaan mahasiswa tahun 2021 ini, terdapat 10 orang mahasiswa baru dari Provinsi Papua," jelasnya.

Sebagai informasi, presentasi ini merupakan tahapan dari penilaian badan publik untuk memenuhi unsur Keterbukaan Informasi Publik tahun 2021. Pada tahap sebelumnya, badan publik diharuskan mengisi kuesioner pada aplikasi e-monev.komisiinformasi.go.id yang dilanjutkan membuat video presentasi berdurasi 5 sampai 7 menit yang berisi kondisi riil penerapan inovasi dan kolaborasi yang dilakukan oleh Badan Publik di Tahun 2021. (*).

Komentar :

Lainnya :