Ketua Umum PP TIM Surya Darma Beri Kuliah Umum di UTU
  • UTU News
  • 18. 01. 2021
  • 0
  • 536

MEULABOH, UTU - Ketua Umum PP Taman Iskandar Muda (TIM) Jakarta, Dr. Ir. Surya Darma, Dipl, Geotherm Tech.,MBA (Board of Director of The International Geothemal Asociation (IGA), menyampaikan kuliah umum di depan mahasiswa dan dosen Universitas Teuku Umar (UTU). Kuliah umum dibuka oleh Rektor UTU, Prof. Dr. Jasman J. Ma`ruf, SE.,MBA, di Gedung Baru Terintegrasi UTU, Senin, 18 Januari 2021.

Kuliah umum yang bertema, “Disrupsi Ekonomi Dan Kesiapan SDM Aceh” dilakukan secara tatap muka dan via zoom meeting itu, diselenggarakan oleh Program Studi Ekonomi Pembangunan- Fakultas Ekonomi- Universitas Teuku Umar (FE-UTU). Kuliah umum tatap muka tetap mengikuti protokoler covid-19.

Prof. Jasman dalam pengantar singkatnya juga memperkenalkan kemajuan UTU, visi misi dan core product UTU, agro and marine industry.

Dr. Surya Darma antara lain mengatakan, agro and marine industry tepat sekali untuk Universitas Teuku Umar (UTU) sesuai dengan potensi yang berkembang. Selain itu, disrupsi akan mengalami perubahan yang sangat drastis pada tahun 2050, dimana pada tahun tersebut sudah disebut era energy terbarukan. Menurut Surya, virus Covid-19 datang untuk mempercepat proses disrupsi. Disrupsi itu sendiri merupakan proses yang terjadi tidak sesuai dengan perencanaan. “Semuanya terjadi dengan tiba-tiba dan sangat drastis.”

Surya Darma memberi gambaran, dampak covid 19 pada perekonomian antara lain konsumsi rumah tangga atau daya beli yang merupakan penopang 60 persen terhadap ekonomi jatuh sangat dalam, ketidakpastian yang berkepanjangan sehingga investasi ikut melemah dan berimplikasi pada terhentinya usaha, harga komoditas turun dan ekspor Indonesia ke beberapa negera juga terhenti, penerimaan pajak sangat berkurang. Tahun 2020, ekonomi Indonesia diperkirakan akan terkontraksi 1-0 persen. Kontraksi ini merupakan yang pertama kalinya sejak krisis finansial di Asia pada 1997-1998, namun akan tumbuh 5,3 persen tahun 2021. Kontraksi 5,32 persen pada triwulan II 2020 akibat pendemi Covid 19.

Untuk itu, kondisi SDM Aceh yang diharapkan adalah SDM kreatif, guru inovatif, pendidikan tidak mismatch dengan bisnis (perlu kolaborasi)-SDM, kualitas tenaga kerja yang baik (tingkat pendidikan), kualitas individu, jangan bertumpu pada perguruan tinggi untuk birokrasi, tetapi wirausaha, produk rumahan dapat memanfaatkan era digital untuk go internasional, manfaatkan hadih maja untuk tujuan positif dan merubah negative thinking. (***)

Lainnya :