BLT: Sebuah Upaya Penyelamatan Bencana Kelaparan Masyarakat Miskin Di Masa Lockdown Pandemi Covid-19
  • Prodi Sosiologi
  • 30. 07. 2020
  • 0
  • 1155

Oleh : Nurlian, S.Sos,. M.Sos*

Lockdown adalah suatu kondisi karantina wilayah disuatu negara atau wilayah dikarenakan oleh adanya suatu wabah penyakait menular yang menjangkiti masyarakat secara cepat. Lockdown dilakukan untuk mencegah pandemi penyakit menular tersebut agar mata rantainya segera putus dan virusnya segera menghilang. Lokcdown diberlakukan untuk memutuskan mata rantai suatu pandemi penyakit menular, misalnya pandemi Corona Virus Disease 2019 yang telah menyerang warga masyarakat dunia di berbagai negara pada tahun 2020 ini.

Virus corona 19 muncul pada Desember 2019, sehingga diberi nama Covid-19. Virus ini di duga berasal dari pasar seefood kota Wuhan Cina yang diduga berasal dari binatang liar, seperti kelelawar yang dikonsumsi oleh amsyarakat Cina selama bertahun-tahun yang lalu. Virus corona menyebar dan menyerang manusia melalui pernafasan dan menghantam sistem imum tubuh manusia. Manusia yang terserang virus inia akan menimbulkan gejala batuk, sesak nafas dan demam tinggi.

Pandemi corona 19 telah menimbulkan berbagai masalah sosial di setuap negara yang terkena virus ini, sehingga wilayah yang terkena pandemi ini mengalami kondisi buruk secara sosial, ekonomi, politik, pendidikan dan lain-lain. Dimana semua sektor sosial masyarakat di tutup atau dihentikan aktifitas masyarakatnya, seperti sektor pendidikan, dimana seklah dan universitas diliburkan kegiatannya didalam kelas. Disektor ekonomi, semua usaha skala kecil dan besar di tutup oleh pemerintah dan dihentikan aktifitas ekonominya, sebagai upaya untuk memutuskan mata ranta virus corona.

Penutupan tempat-tempat usaha skala kecil masyarakat, seperti warung makan, toko kelontong, warung kopi, atau masyarakat yang bekerja sebagai pekerja serabutan adalah masyarakat yang langsung terkena dampak dari kebijakan lockdown pada suatu wilayah. Dampak buruk ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat tersebut menyebabkan munculnya masalah ekonomi, dimana masyarakat miskin tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya selama masa karantina pandemi corona19.

Masalah ekonomi dalam keluarga miskin ini akan melahirkan amslaha sosial baru jika pemerintah tidak memberikan bantuan langusng tunai sebagai upaya untuk membantu masyarakat miskin terdampak lockdown agar masyarakt tersebut bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, khususnya kebutuhan konsumsi vital masyarakat.

Bantuan Lansung Tunai (BLT) adalah sejenis bantuan yang berbentuk uang tunai sebanyak 600.000 rupiah yang diberikan kepada masyarakat selama masa lockdown akibat pandemi corona 19.

BLT diberikan selama 3 (tiga) bulan dimulai dari bulan April, Mei dan Juni tahun 2020 yang disalurkan oleh pemerintah secara langsung selama tiga bulan tersebut. bantuan langsung tunai tersebut danannya bersumber dari dana desa yang dialokasikan untuk upaya pencegahan kelaparan pada masyarakat miskin dan masyarakat yang terkena dampak lockdown, misalnya masyarakat yang bekerja sebagai penjual warung nasi ataupun warung lainnya, selama masa lockdown diberlakukan maka usaha tersebut di tutup, sehingga pemilik warung terdampak tidak mendapatkan pemasukannya, dan pemerintah pusat memikirkan upaya untuk membantu pemasukan ekonomi tetap didapatkan oleh masyarakat yang terkena dampak lockdown dan tidak akan mengalami bencana kelaparan di tengah-tenggah lockdown.

BLT adalah bukti kepedulian pemerintah Indonesia kepada rakyat Indonesia yang terkena dampak lockdown agar tetap bisa mencukupi kebutuhan hidup di tengah-tengah serangan pandemi corona 19. Sehingga di harapkan kepada pemangku jabatan di tingkat desa agar menentukan dan menetapkan penerima BLT benar-benar sesuai dengan peraturan yang telah diberlakukan, sehingga tidak akan memunculkan masalah sosial di masyarakat.

*Penulis Adalah Dosen Prodi Sosiologi FISIP UTU

Komentar :

Lainnya :